Sabtu, 22 Oktober 2011

pengertian, ruang lingkup dan tujuan geografi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Geografi merupakan materi pelajaran yang masuk lingkup kajian ilmu pengetahuan sosial (ips). geografi senantiasa memberikan uraian –uraian ilmiah mengenai sifat-sifat bumi, hal itu merupakan satu kajian yang penting yang perlu dibahas dalam mata kuliah ips ini. Selain itu ips mempunyai ruang lingkup serta tujuan, kajian geografi mempunyai ruang lingkup yang luas sehingga disiplin ilmu banyak yang berkaitan dengan geografi dan untuk mencapai kesesuaian pembelajaran geografi mempunyai tujuan tersendiri.

B. Perumusan Masalah
Adapun batasan masalah dalam makalah ini adalah :
~Apakah pengertian Geografi?
~Apa sajakah Ruang Lingkup Geografi?
~Apa sajakah Tujuan Geografi?

C. Tujuan Penulisan
Adapun Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Memenuhi tugas kelompok mata kuliah IPS I
2. Untuk mengetahui pengertian geografi serta ilmuan-ilmuan yang mencetuskan pengertian geografi.
3. Untuk mengetahui Ruang lingkup Geografi.
4. Untuk mengetahui tujuan Geografi












1




BAB II
PEMBAHASAN

GEOGRAFI

A.Pengertian, Ruang lingkup, dan Tujuan Geografi

1. Pengertian Geografi

Geografi berasal dari bahasa yunani. Eratosthenes mengemukakan bahwa geografi berasal dari kata geographika, Geo berarti bumi dan graphien berarti tulisan, lukisan atau pencitraan, jadi Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang melukiskan , menuliskan dan mencitrakan tentang bumi beserta kehidupan yang ada diatasnya.
Secara Etimologis, Geografi adalah ilmu yang mempelajari dan menggambarkan keadaan bumi dan segala sesuatu yang ada diatasnya, seperti: penduduk,fauna,flora,iklim,dll. (Wardiyatmoko dan bintarto, 1999)
Berdasarkan pengertian diatas bahwa geografi senantiasa memberikan uraian ilmiah mengenai sifat-sifat bumi, menganalisa berbagai kondisi dan gejala alam yang ada.
Sejak zaman terciptanya manusia telah ada usaha untuk menggambarkan atau mencitrakan keadaan berbagai tempat dipermukaan bumi dan hubungan antar manusia dan lingkungan alamnya. Penggambaran tentang keadaan diberbagi tempat dan bentuk-bentuk antara manusia dan lingkunnya ini selanjutnya dikenal dengan istilah geografi (sumadi sutrijat,1998). Seiring dengan perkembangan zaman, pengertian geografi mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan peradaban manusia dalam memandang bumi.
Perkembangan perumusan tentang geografi pada kenyataannya menyangkut isi dan maknanya. Dibawah ini beberapa pendapat pakar tentang pengertian geografi:
1. menurut Hartshorne (1959) geografi berkepentingan untuk memberikan deskripsi yang berarti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel dari permukaan bumi. Menurut Alexander (1963) Geografi adalah studi tentang pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia.
2. menurut Yeates (1963), geografi adalah suatu ilmu yang memerhatikan perkembangan rasional dan lokasi dari berbagai sifat yang beraneka ragam di permukaan bumi.
3. menurut R.Bintarto (1977) Geigrafi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisa gejala-gejala alam dan penduduk, serta mempelajari corak yag khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dan unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu.
4. menurut M. Daljuni, Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mengajarkan kegiayan manusia di dalam suatu ruang.
5. Lokarya geografi di semarang 1988 Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena grosfer dengan sudut pandang ke lingkungan atau ke wilayahan dalam konteks ke ruangan.
6. menurut GBHN 1994 Geografi adalah pengetahuan mengenai persamaan dan perbedaan gejala alam dan kehidupan di muka bumi (gejala geosfer) serta interaksi antara manusia dan lingkungannya dalam konteks keruangan dan kewilayahan (sumadi sutrijat,1999).

2. Ruang Lingkup Geografi

Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan manusia pada kenyataannya tidak seemuanya dapat dipenuhi di daerahnya sendiri, sehingga manusia harus melakukan usaha ketempatlain untuk mencukupinya. Dengan demikian, perjalanan ketempat lain tersebut akan memperluas pengalaman dan pengetahuan manusia tentang wilayah itu.
Pengalaman dan pengetahuan ini akan membawa perubahan dalam memandang gejala alam (struktur,pola, fungsi dan proses) dan perilaku serta aktifitas budi daya manusia dipermukaan bumi. Hal ini terjadi karena proses kajiannya akan selalu mengaitkan dengan lokasinya, integrasinya, pesebarannya, perkembangannya, interaksinya dan interelasinya dalam lingkup analisis keruangan, kewilayahan, ekologis,sistem, dan sejarah perkembangannya. Dalam lingkup wilayah penelitian, kajian ini dipandang sebagai suatu keseluruhan (holistic) dan sebagai bagian dari keseluruhan wilayah penelitian secara lebih mendalam seehingga dapat diperoleh gambaran tentang persamaan dan perbedaan daerah yang satu dengan daerah yang lain.
Kajian geografi berdasarkan ilusterasi diatas mempunyai ruang lingkup yang luas sehingga disiplin ilmu lainnya banyak yang berkaitan dengan geogarfi. Keterkaitan geografi dengan disiplin ilmu lain ini dapat dibedakan menurut aspek fisik dan aspek sosial. Selanjutnya pembahasan yang berkaitan dengan aspek fisik disebut dengan geografi sosial.

Objek geografi fisik merupakna kajian yang khusus membahas tentang unsur alam mengenai iklim,tanah,udara, air, dan semua fenomena alam yang dapat diamati. Disiplin ilmu yang berkaitan dengan ojek geografi ini antara lain menggunakan biologi untuk memahami pola flora dan fauna global, dan matematika dan fisika untuk memahami pergerakan bumi dan hubungannya dengan anggota tata surya yang lain. Termasuk juga di dalamnya ekologi muka bumi dan geografi lingkungan, Astronomi, kimia. Sebagai contoh hubungan geografi dengan biologi yang telah melahirkan ilmu baru adalah, biogeografi (sudibyakto, 2004).
Objek geografi non fisik atau social juga disebut antropogeografi yang fokus sebagai ilmu sosial, yang khusus membahas tentang kehidupan manusia. aspek non-fisik yang menyebabkan fenomena dunia. Seperti kepadatan penduduk, penyebaran penduduk, ekonomi dan jumlah penduduk. Selain itu Mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan wilayahnya dan manusia lainnya, dan pada transformasi makroskopis bagaimana manusia berperan di dunia. Bisa dibagi menjadi: geografi ekonomi, geografi politik (termasuk geopolitik), geografi sosial (termasuk geografi kota), geografi feminisme dan geografi militer. Disiplin ilmu yang berkaitan dengan objek geografi social adalah antropologi, sejarah, politik, ekonomi, dan sebaginnya. Sebagi contoh hubungan geografi dengan antropologi yang telah melahirkan ilmu baru adalah antrogeogarfi (priyadi, 2007).

Menurut priyadi ruang lingkup geografi meliputi :
1. persebaran dan keterkaitan penduduk di muka bumi,
2. hubungan timbale balik antara manusia dengan lingkungan fisik,
3. kerangka regional dan analisis dari region yang mempunyai ciri tertentu.

Menurut Hagget (1979), bentuk objek geografi meliputi :

1. Permukaan bumi sebagai lingkungan hidup manusia
2. organisasi keruangan manusia dn hubungan ekologis manusia dengan lingkungannya,
3. kekayaan dan keragaman bumi.
Menurut Chilson (1975), ruang lingup geografi meliputi :
1. Pencatatan dan deskripsi gejala dipermukaan bumi.
2. studi tentang hubungan dari gejala di daerah-daerah terentu
3. penelitian masalah-masalah yang berdimensi keruangan khususnya identifikasi pentingnya ruang sebagai suatu variable.
Pendapat lain menyebutkan bahwa objek studi geografi ada 2, yaitu objek material dan objek formal (priyadi,2007). Objek material merupakan semua gejala yang terjadi dipermukaan bumi, gejala ini dikenal dengan istilah geosfer yang terdiri atas,
1. Litosfer (lapisan kulit bumi)
2. hidrosfer ( lapisanair dalam bumi)
3. biosfer (seluruh mahluk hidup yang berinteraksi dengan lingkungan)
4. atmosfer (lapisan udara)
5. antrosposfer (lapisan manusia dan kehidupannya).
Sedangkan untuk objek formal adalah cara pandang atau cara berfikir mengenai bentuk objek material (purbowati, 2004). Objek formal ini terdiri atas:
1. spatial pattern yang merupakan pola dari sebaran gejala tertentu dimuka bumi.
2. spatial system yang merupak keterkaitan sesame antar fenomena di muka bumi,
3. spatial process yang merupakan perkembangan yang terjadi di muka bumi.

3. Tujuan Geografi

Sama hal nya dengan tu uan ilmu-ilmu yang lain, tujuan pembelajaran geogrfai bertumpu pada tujuan yang lebih tinggi. Secara herarki, tujuan pendidikan nasional pada tataran operasional dijabarkan dalam tujuan institusional tiap jenis dan jenjang pendidikan. Selanjutnya pencapaian tujuan institusional ini, secara praktis dijabarkan dalam tujuan kurikuler atau tujuan mata pelajaran, termasuk juga bidang studi geografi. Akhirnya tujuan kurikuler ini, secara praktis operasional dijabarkan dalam tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran.






























BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
~ Geografi adalah ilmu pengetahuan yang melukiskan, menuliskan dan mencitrakan tentang bumi beserta kehidupannya.
~ Ruang lingkup geografi meliputi persebaran penduduk di muka bumi dan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Kajian geografi mempunyai ruang lingkup yang luas sehingga disiplin ilmu lainnya banyak yang berkaitan dengan geografi.
~Tujuan Geografi, tujuan pendidikan nasional pada tataran operasional dijabarkan dalam tujuan institusional tiap jenis dan jenjang pendidikan. Selanjutnya pencapaian tujuan institusional ini, secara praktis dijabarkan dalam tujuan kurikuler atau tujuan mata pelajaran, termasuk juga bidang studi geografi. Akhirnya tujuan kurikuler ini, secara praktis operasional dijabarkan dalam tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran.

B. Saran
~Demikian makalah yang dapat kami sajikan tentang geografi yang cukup singkat, namun jika ingin lebih mengetahui tentang geografi dapat mendalaminya dengan berbagai buku ataupun sumber yang berhubungan dengan geografi.

D.Daftar Pustaka
Http://www.google.com

Tusriyanto, M Pd. 2010., Buku Ajar Ilmu Pengetahuan Sosial, STAIN JURAI SIWO METRO, Metro.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar