Jumat, 21 Oktober 2011

makalah ips 2 peta, atlas dan globe

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Peta, atlas, dan globe adalah suatu media atau alat yang dapat digunakan agar lebih mudah dalam mempelajari keadaan bumi. Dengan menggunakan peta, atlas, dan globe kita akan lebih muda dalam mempelajari dan memahami keadaan bumi. Karena peta adalah gambaran permukaan bumi seperti kenampakannya dilihat dari atas secara tegak lurus. Atlas merupakan kumpulan dari beberapa peta. Sedangkan pengertian globe adalah bola peta yang menyerupai bumi. Untuk lebih memahami tentang peta, atlas, dan globe, maka dalam makalah ini akan dijelaskan secara terperinci mengenai peta, atlas, dan globe.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari peta, bentuk dan jenis-jenis peta?
2. Apakah pengertian Atlas, macam-macam atlas, dan beberapa bentuk dari atlas?
3. Apakah pengertian dari globe, bentuk globe, serta kegunaan dari globe?
4. Apakah manfaat dari peta, atlas, dan globe?
5. Apakah manfaat dari mempelajari peta, atlas, dan globe?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari peta, bentuk dan jenis-jenis peta.
2. Mengetahui pengertian atlas, macam-macam atlas, dan beberapa bentuk dari atlas.
3. Mengetahui pengertian dari globe, bentuk globe, serta kegunaan dari globe.
4. Mengetahui manfaat dari peta, atlas, dan globe.
5. Mengethui manfaat dari mempelajari peta, atlas, dan globe.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Peta
A. Pengertian Peta
Pengertian peta menurut Ewin Raisz
Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi seperti kenampakannya dilihat dari atas secara tegak lurus, dan dibubuhi tulisan-tulisan serta keterangan-keterangan untuk kepentingan pengenalan.

Pengertian peta menurut International Cartographic Assosiation (ICA)
Peta adalah gambaran konvensional yang selektif dan yang diperkecil, yang dibuat pada bidang datar, yang menggambarkan perwujudan permukaan bumi atau benda-benda angkasa maupun data yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa.
Dari pengertian peta di atas, ada empat kata kunci yang membedakan peta dengan media lain yaitu sebagai berikut:

Konvensional
Dalam penggambaran peta ada kesepakatan yang harus dipatuhi oleh pembuat peta. Hal ini terkait dengan penggambaran simbol maupun penulisan kenampakan-kenampakan geografis.

Selektif
Kenampakan-kenampakan yang digambarkan pada peta dipilih sesuai dengan pembuatan peta.

Diperkecil
Peta dibuat untuk menggambarkan permukaan bumi yang luas menjadi peta yang ukurannya jauh lebih kecil daripada ruang yang digambarkannya.

Bidang datar
Bumi berbentuk bulat digambarkan ke dalam peta pada selembar kertas yang merupakan bidang datar.

B. Fungsi peta
Secara umum, fungsi peta antara lain sebagai berikut:
1. sebagai alat bantu untuk memberikan informasi yang bersifat keruangan dan spesifik dari suatu daerah
2. sebagai alat panduan untuk terjun di lapangan, misalnya untuk kepentingan penelitian, kepariwisataan, SAR, militer dan lain-lain
3. sebagai alat untuk menganalisis maupun deskripsi dari suatu wilayah yang sedang diteliti
4. sebagai alat untuk menyampaikan ide atau usulan suatu perencanaan
5. sebagai media pembelajaran geografi.

C. Klasifikasi peta
Peta dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Hal ini tergantung dari dasar klasifikasi yang digunakan. Berikut dikemukakan dua cara untuk mengklasifikasikan jenis peta, yaitu berdsarkan skala dan isinya.

Berdasarkan Skala
Berdasarkan skalanya, peta dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu sebagai berikut:
1. Peta teknik/peta kadaster
1:100 s.d 1:5000
2. Peta skala besar
1:5.000 s.d 1:250.000
3. Peta skala sedang
1:250.000 s.d 1:500.000
4. Peta skala kecil
1:500.000 s.d 1:1.000.000
5. Peta geografi
Lebih kecil dari 1:1000.000

Berdasarkan isinya
Berdasarkan isinya, peta dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut:
 Peta Umum
Peta umum adalah peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan umum dari permukaan bumi, baik kenampakan yang bersifat alami maupun buatan manusia.










Gambar 1.1 Peta Umum
 Peta Khusus/ Peta Tematik
Peta yang menggambarkan kenampakan khusus / tema tertentu.










Gambar 1.2 Peta Tematik
ICA mengklasifikasikan peta menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Peta Topografi
Peta yang menggambarkan gambaran umum mengenai permukaan bumi.










Gambar 1.3 Peta Topografi
2. Chart
Peta jalan dibuat dengan tujuan untuk membantu navigasi darat, laut, maupun udara.

Gambar 1.4 Peta Jalan
3. Peta Tematik
Peta yang menggambarkan informasi kualitatif maupun kuantitatif tentang kenampakan-kenampakan yang ada hubungannya dengan detail topografi tertentu.









Gambar 1.5 Peta Tematik kawasan sentra produksi pangan sumbar

D. Syarat Peta
Sebuah peta terdiri dari dua bagian:
1. Muka Peta
Merupakan cakupan wilayah daerah yang digambar dalam peta.
2. Informasi Tepi Peta
Merupakan informasi atau keterangan yang biasanya terletak di seputar muka peta yang terdiri atas aspek-aspek berikut:
a) Judul Peta
b) Skala Peta
c) Orientasi Peta: penunjuk arah pada peta, legenda, keterangan simbol yang digunakan dalam peta.

Penyusun/ Pembuat peta
• Sumber data
• Grid peta
• Inzet
Proyeksi
Proyeksi peta adalah suatu sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di bumi dan di peta.
Klasifikasi Proyeksi Peta
1) Berdasrkan garis karakteristiknya
a) Proyeksi Normal
b) Proyeksi Transversal
c) Proyeksi Oblique
2) Berdasarkan sifat asli yang dipertahankan
a) Proyeksi Ekuivalen
b) Proyeksi Conform
c) Proyeksi Equidistant
3) Berdasarkan konstruksinya
a) Proyeksi Perspektif
b) Proyeksi Nonperspektif
4) Berdasarkan bidang proyeksinya
a) Proyeksi Zenithal
b) Proyeksi Kerucut
c) Proyeksi Silinder
5) Proyeksi dengan Paralel Horizontal
a) Proyeksi Mercator
b) Proyeksi Gall’S
c) Proyeksi Sinsoidal
6) Proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM)

E. Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta
1. Dataran
a. Dataran Rendah
Secara Umum, dataran rendah diidentifikasikan sebagai relief daratan yang mempunyai ketinggian antara 0-400 m. Dataran rendah digambarkan dengan menggunakan simbol area berwarna hijau. Pewarnaan hijau tersebut dapat dipecah lagi menjadi beberapa tingkatan warna, misalnya warna hijau untuk ketinggian antara 0-100 m dan warna hijau muda untuk ketinggian antara 100-400 m.
b. Dataran Tinggi
Dataran tinggi diidentifikasikan sebagai relief daratan yang mempunyai ketinggian antara 400-1000 m dari permukaan air laut. Datarn tinggi digambarkan dengan menggunakan simbol area berwarna kuning atau cokelat muda.
c. Kawasan Pegunungan atau Perbukitan
Kawasan pegunungan atau perbukitan diidentifikasikan sebagai daratan yang memiliki kemiringan lereng yang relatif lebih besar bila dibandingkan dengan dataran dan mempunyai ketinggian di atas 1.000 meter. Karena kemiringannya yang relatif besar, maka kawasan ini bila digambarkan dengan peta kontur akan memiliki garis-garis kontur yang relatif rapat satu sama lain. Adapun pada peta umum, kawasan ini digambarkan dengan simbol area berwarna cokelat.
d. Rawa, Danau, dan Waduk
Pada peta, danau dan waduk digambarkan dengan simbol area berwarna biru, sedangkan rawa digambarkan dengan simbol area berwarna hijau dengan garis putus-putus.



Simbol danau atau waduk Simbol rawa

e. Sungai
Pada peta, aliran sungai digambarkan dengan garis yang berkelok-kelok berwarna biru. Sementara itu pada peta kontur, sungai digambarkan dengan garis yang memotong pola kontur dengan arah kontur membelok ke arah hulu.



Penggambaran sungai di peta umum Penggambaran sungai di peta topografi
f. Gunung
Pada uumnya gunung memiliki ketinggian diatas 1000 meter. Dalam peta gunung digambarkan dengan simbol segitiga berwarna merah untuk gunung aktif dan segitiga berwarna hitam untuk gunung mati.

: gunung aktif : gunung mati

g. Kota/Pemukiman dan Jalan
Suatu bentuk permukiman hanya ditunjukkan oleh letak ibukotanya. Penggambaran letak ibukota digambarkan dengan simbol berikut ini.
: ibukota negara : ibukota kabupaten

: ibukota provinsi : ibukota kecamatan

: ibukota kotamadya

Adapun jalan yang merupakan hasil budidaya manusia digambarkan dengan menggunakan simbol garis berwarna hitam atau merah.

2. Lautan
Pada umumnya lautan digambarkan dengan simbol area berwarna biru. Penggambaran warna tersebut dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan warna berikut ini.

Kedalaman hingga 200 meter

Kedalaman hingga 1.000 meter

Kedalaman > 1.000 meter





2.2 Atlas
A. Pengertian Atlas
Atlas merupakan kumpulan dari peta-peta yang disusun dalam bentuk buku (yang dijilid menjadi satu) atau dalam keadaan lepas, tetapi dikumpulkan menjadi satu.
Dasar yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan atlas antara lain berdasarkan:
1) Atas dasar wilayah
• Atlas dunia(alam semesta, planet, bumi, lautan dan kontinen)
• Negara (Atlas Nasional)
• Bagian Negara ( Atlas Regional, Atlas Provinsi)
• Kota (Atlas Kota)
2) Atas tujuan pembuatannya
• Atlas untuk referensi umum
• Atlas untuk pendidikan
• Atlas untuk wisata
3) Atas dasar isinya
• Atlas Topografi
• Atlas Tematik

B. Penggunaan Atlas
Dalam menggunakan atlas, ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu:
• Memilih jenis atlas sesuai dengan informasi yang diinginkan.
• Daftar isi
Pengguna dapat memilih dengan cepat informasi yang diinginkan.
• Keterangan
Digunakan untuk mempermudah membaca peta diperlukan keterangan / legenda. Sehingga pengguna dapat dengan cepat memahami isi peta.
• Indeks
Digunakan untuk mempermudah pengguna mencari letak suatu kenampakan geografis pada atlas.

2.3 Globe
A. Pengertian Globe
Globe merupakan bola peta yang bentuknya menyerupai bumi. Kedudukan globe miring sebesar 23 ½° , sama dengan kecondongan bumi terhadap bidang ekliptika.











Gambar 1.6 Globe

B. Kegunaan Globe
Kegunaan globe antara lain:
1) Perencanaan untuk perjalanan jauh, baik melalui darat maupun laut.
2) Analisis mengenai rambatan gelombang gempa bumi dan gelombang samudera, gerakan arus laut dapat dilakukan secara baik melalui globe.
3) Menggambarkan letak garis lintang,garis bujur, garis equator, letak kutub, dan letak bujur dengan jelas dalam bentuk tiga dimensi.
4) Menjelaskan proses gerhana bulan dan gerhana matahari
5) Menggambarkan letak, luas daerah, Negara, benua, dan laut secara lebih akurat.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Setelah mengetahui isi dari pembahasan materi tersebut, maka kami dapat menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara peta, atlas dan globe. Salah satu perbedaannya adalah peta merupakan gambaran konvensional yang selektif dan yang diperkecil, yang dibuat pada bidang datar, yang menggambarkan perwujudan permukaan bumi. Atlas merupakan kumpulan dari peta-peta yang disusun dalam bentuk buku dan Globe merupakan bola peta yang bentuknya menyerupai bumi.

3.2 Saran
Sebagai calon guru, kita harus mengetahui tentang kondisi geografi di Indonesia agar kita dapat memberikan pengetahuan kepada peserta didik. Untuk menunjang hal tersebut kita harus lebih serius dalam mempelajari tentang peta,atlas dan globe. Sehingga kelak di kemudian hari kita dapat dengan mudah menyampaikan ilmu kepada peserta didik tentang peta, atlas dan globe.














DAFTAR PUSTAKA
Tusriyanto. 2010. Buku Ajar Ilmu Pengetahuan Sosial 2. Metro: STAIN JURAI SIWO METRO.
Fattah Sanusi, Trimanto Jono, Waskito Juli, Taukit Setyawan Muhammad.2008. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SMP/MTS Kelas IX. Jakarta: PT. Macanan Jaya Cemerlang.
Amsir. 2007. Pelajaran Geografi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Arya Duta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar