Rabu, 15 Desember 2010

Filsafat 6

an kultural religius ini memungkinkan manusia mengembangkan potensi dan budayanya dengan bebas, sekaligus dapat mengembangkan pemikirannya untuk menghadapi dan memecahkan berbagai misteri kehidupan/alam dengan akal pikiran.

Ahli pikir pertama kali yang muncul adalah Thales(± 625-545 SM) yang berhasil mengembangkan geometri dan matematika, Liokippos dan Democritos mengembangkan teori materi, Hipocrates mengembangkan ilmu kedokteran, Euclid mengembangkan geometri deduktif, Socrates mengembangkan teori tentang moral, Plato mengembangkan teori tentang ide, Aristoteles mengembangkan teori yang menyangkut dunia dan benda, dan berhasil mengumpulkan data 500 jenis binatang (ilmu biologi). Suatu keberhasilan yang luar biasa dari Aristoteles adalah menemukan sistem pengaturan pemikiran (logika formal) yang sampai sekarang masih dikenal.

Para ahli pikir Yunani Kuno ini mencoba membuat konsep tentang asal mula alam. Walaupun sebelumnya sudah ada tentang konsep tersebut. Akan tetapi konsepnya bersifat mitos yaitu mitekosmogonis (tentang asal usul alam semesta) dan mite kosmologis (tentang asal usul serta sifat kejadian-kejadian dalam alam semesta), sehingga konsep mereka sebagai mencari arche (asal mula) alam semesta, dan mereka disebutnya sebagai filosof alam.

Oleh karena arah pemikiran filsafatnya pada alam semesta maka corak pemikirannya: kosmosentris. Sedangkan para ahli pikir seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles yang hidup pada masa Yunani Klasik karena arah pemikirannya pada manusia maka corak pemikiran filsafatnya: antroposentris. Hal ini disebabkan, arah pemikiran para ahli pikir Yunani Klasik tersebut memasukkan manusia sebagai subyek yang harus bertanggungjawab terhadap segala tindakannya.

2. Masa Abad Pertengahan
Masa ini diawali dengan lahirnya filsafat Eropa. Sebagaimana halnya dengan filsafat Yunani yang dipengaruhi oleh kepercaya-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar